Dikutip dari TRIBUNJATENG.COM – Penderita diabetes tetap memiliki kesempatan menjalankan ibadah puasa, asalkan kondisi gula darah terkontrol dan persiapan dilakukan dengan tepat. Selain itu, penting juga mengetahui tanda-tanda kapan puasa harus segera dibatalkan demi menjaga kesehatan.
Pastikan Gula Darah Stabil Sebelum Puasa
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengecek kadar gula darah. Jika masih berada pada level tinggi atau belum stabil, puasa sebaiknya ditunda hingga kondisi membaik.
Menurut dr. Bramantya Wicaksana, Sp.PD, K-AI, penderita diabetes yang kadar gulanya sudah terkendali umumnya tetap dapat berpuasa dengan aman. Namun, keputusan tersebut harus melalui konsultasi medis agar terapi dan pola makan bisa disesuaikan.
Konsultasi Dokter Sebelum Menjalankan Puasa
Tidak semua pasien diabetes dilarang berpuasa. Dokter akan menilai kondisi masing-masing pasien, termasuk jenis obat yang digunakan, pola makan, serta risiko komplikasi.
Penyesuaian dosis obat atau insulin biasanya diperlukan karena waktu makan berubah saat Ramadan. Tanpa penyesuaian, risiko gangguan gula darah bisa meningkat.
Risiko Gula Darah Terlalu Rendah atau Terlalu Tinggi
Dua kondisi yang paling sering terjadi saat puasa pada penderita diabetes adalah:
- Hipoglikemia (gula darah terlalu rendah), biasanya terjadi karena penggunaan insulin atau obat yang tidak disesuaikan dengan jadwal makan baru.
- Hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), dapat muncul jika asupan makanan saat berbuka berlebihan atau kontrol gula darah kurang baik.
Keduanya bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.
Tanda Harus Segera Membatalkan Puasa
Penderita diabetes dianjurkan segera berbuka apabila muncul gejala seperti:
- Lemas berlebihan atau gemetar
- Pusing dan keringat dingin
- Jantung berdebar
- Pandangan kabur
- Rasa haus ekstrem atau sering buang air kecil
Gejala tersebut bisa menandakan kadar gula darah tidak stabil dan membutuhkan asupan segera.
Tips Aman Puasa untuk Penderita Diabetes
Agar puasa tetap lancar dan aman, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Cek gula darah secara rutin, terutama sebelum sahur dan menjelang berbuka.
- Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah saat sahur agar energi bertahan lebih lama.
- Hindari makanan terlalu manis dan berlemak saat berbuka.
- Konsumsi cairan yang cukup di malam hari untuk mencegah dehidrasi.
- Ikuti anjuran dokter terkait obat dan jadwal konsumsi.
Dengan persiapan yang tepat dan pengawasan medis, penderita diabetes tetap bisa menjalankan puasa secara aman tanpa mengorbankan kesehatan.







