Kirim Artikel

Tanah Bergerak di Delik Sari Gunungpati Semarang, Dua Rumah Warga Ambles Usai Hujan Disertai Angin

DIkutip Dari AYOSEMARANG.COM Fenomena tanah bergerak kembali terjadi di wilayah Kota Semarang. Kali ini, dua rumah warga di Jalan Delik Sari RT 03 RW 06, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati mengalami ambles setelah hujan disertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut pada Rabu, 18 Februari 2026 sekitar pukul 10.30 WIB.

Berdasarkan pantauan di lokasi, akses jalan utama warga tampak mengalami kerusakan dan telah ditimbun sementara secara swadaya oleh masyarakat. Beberapa rumah yang berada di sisi jalan terlihat dalam kondisi rentan, dengan retakan tanah di sejumlah titik serta lingkungan sekitar yang dipenuhi material sisa longsoran.

Di bagian ujung jalan, satu rumah bahkan telah roboh hingga rata dengan tanah. Sejumlah pekerja terlihat mulai membangun kembali bagian depan bangunan yang terdampak.

Pemilik rumah, Mujihadatun Istiqomah (32), menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat hujan dan angin kencang melanda kawasan itu. Saat kejadian berlangsung, ia sedang berada di luar rumah.

Menurutnya, angin bertiup sangat kuat sebelum hujan turun, kemudian tanah tiba-tiba bergerak hingga menyebabkan bangunan ambles. Beruntung tidak ada korban jiwa karena rumah dalam keadaan kosong.

Namun seluruh barang miliknya masih tertimbun di dalam bangunan yang runtuh, termasuk perabotan rumah tangga dan perangkat elektronik yang tidak sempat diselamatkan.

Rumah berukuran sekitar 5 x 12 meter itu kini hancur total. Kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta. Untuk membangun kembali rumah sederhana berukuran 7 x 5 meter, ia mengaku telah mengeluarkan dana pribadi sekitar Rp20 juta.

Hingga saat ini, bantuan yang diterima baru berupa terpal dan kebutuhan logistik dari BPBD serta PMI wilayah Gunungpati. Ia berharap Pemerintah Kota Semarang dapat memberikan dukungan lanjutan, khususnya untuk proses perbaikan rumah.

Sementara itu, Mujihadatun bersama keluarganya terpaksa mengungsi di rumah mertua yang lokasinya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Meski harus bolak-balik setiap hari, ia masih ingin tetap bertahan di lahan miliknya dan belum mempertimbangkan relokasi.

Warga setempat, Sumarmin (65), menyebut kejadian tanah bergerak di wilayah tersebut sebenarnya sudah sering terjadi hampir setiap tahun. Namun, peristiwa kali ini dinilai sebagai yang paling parah, terutama di kawasan RT 03.