Kirim Artikel

Bersamaan Ramadan, Prosesi Gotong Toapekong Digelar Terbatas di Halaman Kelenteng Hok Ie Kiong Slawi

Dikutip dari TRIBUNJATENG.COM, rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kelenteng Hok Ie Kiong Slawi, Kabupaten Tegal, telah dimulai sejak 10 Februari dan akan mencapai puncaknya pada Maret mendatang

Tahun Imlek kali ini memasuki Shio Kuda Api yang diyakini melambangkan semangat perubahan, keberanian mengambil keputusan, serta pergerakan yang cepat. Namun, energi tersebut juga diingatkan perlu keseimbangan agar tidak memicu kelelahan maupun keputusan yang tergesa-gesa.

Prosesi Disesuaikan karena Bertepatan dengan Ramadan

Ketua Yayasan Adhi Dharma Kelenteng Hok Ie Kiong Slawi, Indra Kurniawan, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini diselenggarakan secara lebih sederhana karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Ritual utama gotong Toapekong tetap dilaksanakan, namun hanya berlangsung di halaman kelenteng dan tidak dilakukan arak-arakan keluar ke jalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Prosesi dijadwalkan setelah salat tarawih, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.

Dalam pelaksanaannya, hanya dua tandu yang akan diarak. Tandu tersebut berisi Dewa tuan rumah, Kongco Hok Tek Ceng Sin, serta satu dewa pendamping yang ditentukan oleh bagian peribadatan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, ritual gotong Toapekong biasanya dilakukan dengan mengelilingi empat penjuru jalan di sekitar kelenteng, yaitu sisi utara, selatan, timur, dan barat. Namun tahun ini prosesi dibatasi demi menjaga suasana yang kondusif selama Ramadan.

Harapan untuk Kabupaten Tegal

Momentum Imlek 2026 juga dimanfaatkan untuk menyampaikan doa dan harapan bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tegal yang belakangan menghadapi sejumlah bencana alam seperti tanah bergerak, banjir, dan kejadian di kawasan wisata Guci.

Pengurus kelenteng berharap tahun Kuda Api membawa perlindungan dari bencana serta mendorong perbaikan kondisi ekonomi masyarakat ke depan.

Meski digelar secara sederhana, prosesi gotong Toapekong tetap diharapkan mampu menjaga nilai spiritual dan tradisi, sekaligus mencerminkan sikap toleransi antarumat beragama di tengah perayaan yang berlangsung bersamaan dengan Ramadan.