Dikutip dari TRIBUNJATENG.COM, kehabisan detergen saat hendak mencuci pakaian memang kerap terjadi, terutama pada malam hari ketika toko sudah tutup. Dalam situasi darurat, sebagian orang mencoba memakai sabun lain sebagai pengganti. Namun, sabun cuci piring bukan solusi yang disarankan untuk mencuci pakaian.
Sabun cuci piring diformulasikan khusus untuk mengangkat lemak dan sisa makanan pada peralatan dapur. Kandungannya yang lebih kuat membuat produk ini tidak cocok digunakan pada kain, terutama bahan halus maupun pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit sensitif.
Berpotensi Merusak Mesin Cuci
Mesin cuci dirancang menggunakan detergen dengan kadar busa rendah. Sebaliknya, sabun cuci piring menghasilkan busa dalam jumlah besar yang sulit dikendalikan. Akibatnya, busa dapat meluap, meninggalkan residu pada drum, memicu bau tidak sedap, serta menurunkan kinerja mesin dalam jangka panjang.
Dapat Merusak Serat Pakaian
Selain berdampak pada mesin, penggunaan sabun cuci piring juga berisiko merusak kain. Kandungannya yang keras dapat membuat tekstur pakaian menjadi kaku, memudarkan warna, bahkan merusak bahan lembut seperti sutra karena tidak memiliki formula pelindung serat.
Proses Pencucian Jadi Kurang Efektif
Busa berlebih membuat proses pembilasan membutuhkan waktu lebih lama. Jika digunakan terus-menerus, residu sabun bisa menempel pada serat kain dan mempercepat kerusakan pakaian.
Alternatif Saat Detergen Habis
Sebagai solusi sementara, beberapa bahan rumah tangga dapat digunakan, seperti pemutih oksigen bubuk, parutan sabun batang yang dicampur boraks, atau sampo bening dan cuka dalam jumlah terbatas. Meski begitu, penggunaan detergen khusus tetap menjadi pilihan paling aman untuk menjaga kualitas pakaian dan mesin cuci.







